Minggu, 06 April 2014

Translasi Mata uang


·         Alasan-Alasan Melakukan Translasi
Perusahaan dengan operasi di DN/LN , L/K konsolidasi penting agar pengguna memahami secara utuh. L/K anak perusahaan LN yang berdenominasi dalam mata uang asing disajikan ulang dengan mata uang induk perusahaan. Proses penyajian ulang informasi keuangan dari satu mata uang ke mata uang lainnya di sebut TRANSLASI. Translasi menyebabkan kesulitan dalam menentukan keuntungan dan kerugian antar perusahaan (dalam satu korporasi) maupun antar periode. Tantangan inilah yang mempengaruhi evaluasi kinerja mnajemen.

·         Latar Belakang dan Terminologi
Translasi tidak sama dengan konversi. Translasi hanyalah perubahan satuan unit moneter. Dalam translasi tidak ada pertukaran fisik dan tidak ada transaksi terkait yang terjadi seperti bila dilakukan konversi. Pasar uang merupakan tempat jual-beli mata uang negara-negara dagang utama. Tempat inilah yang menjadi tempat transaksi perdagangan, transfer pembayaran kredit, dan pengiriman barang sehingga para pelaku bisnis terlindung dari resiko ketidakstabilan nilai tukar. 

·         Transaksi mata uang asing terjadi di pasar spotforward, dan swap.
1.     Mata uang yang diperjualbelikan pada spot harus dikirimkan secepatnya.
2.     Transaksi pada forward adalah perjanjian untuk melakukan pertukaran suatu mata uang dengan jumlah tertentu ke dalam mata uang lain pada suatu tanggal di masa depan.
3.     Transaksi swap melibatkan pembelian spot dan penjualan forward atau melibatkan pembelian forward dan penjualanspot atas mata uang secara bersamaan.
·         Istilah Translasi Mata Uang Asing
Atribut                                                                        Mata uang fungsional
Konversi                                                                          Kurs historis
Diskonto                                                                          Mata uang lokal
Posisi aktiva bersih beresiko                                             Pos-pos moneter
Mata uang asing                                                               Mata uang pelaporan
L/K dalam mata uang asing                                              Tanggal penyelesaian
Transaksi mata uang asing                                                Kurs spot
Translasi mata uang asing                                                 Tanggal transaksi
Operasi Luar Negeri                                                       Penyesuaian translasi
Kontrak pertukaran forward                                          Unit pengukuran 

·         Pengaruh Alternatif Kurs Translasi Terhadap L/K
Kurs nilai tukar untuk translasi mata uang asing menjadi mata uang domestik terdiri dari:
1.     Kurs Kini
2.     Kurs Historis
3.     Kurs Rata-rata
Penggunaan kurs nilai tukar historis melindungi L/K dari keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing. Transaksi mata uang asing terjadi saat perusahaan membeli/menjual barang (pembayaran dalam mata uang asing atau perusahaan meminjam/meminjamkan mata uang asing), sedang translasi diperlukan untuk mempertahankan catatan akuntansi dalam mata uang perusahaan pelapor.

·         Transaksi Mata Uang Asing
Perspektif Transaksi Tunggal
Penyesuaian nilai tukar diperlakukan sebagai penyesuaian terhadap akun transaksi dan penyelesaianya merupakan satu peristiwa tunggal.
Perspektif Dua Transaksi
Penagihan piutang dalam krona dianggap sebagai peristiwa terpisah dari penjualan yang menyebabkan timbulnya piutang.

·         Translasi Mata Uang Asing
Metode Kurs Tunggal
Penerapan satu kurs nilai tukar, yaitu kurs kini atau kurs penutupan untuk seluruh aktiva dan kewajiban lancar.
Metode Kurs Berganda
Menggabungkan kurs nilai tukar historis dan kurs nilai tukar kini dalam proses transaksi. Ada 3 metode, yaitu: Metode kini-nonkini, Metode Moneter-nonmoneter, dan Metode Temporal.

Perkembangan Akuntansi Translasi
Sebelum 1967
Praktek akuntansi perusahaan AS dipandu oleh Accounting Research Bulletin (ARB) No. 4 yang kemudian terbit kembali sebagai Bab 12 ARB No. 43.
1965 - 1975
Menurut ARB No. 43, persediaan boleh ditranslasi dengan kurs historis, Hutang jangka panjang ditranslasi dengan kurs kini. Accounting Board Opinion No. 6 tahun 1965 membolehkan mentranslasi hutang piutang dengan kurs kini.
1975 - 1981
Untuk mengakhiri polemik translasi, FASB mengeluarkan FAS No. 8 tahun 1975 yang mengharuskan menggunakan translasi temporal dan keuntungan/kerugian translasi dan transaksi harus diakui sebagai laba/rugi selama periode perubahan nilai tukar.
1981 - Kini
FASB mengundang komentar publik yang tidak puas atas FAS No. 8. Akhirnya terbitlah Statement of Financial Accounting Standards No. 52 tahun 1981.
Isi SFAS No. 52
SFAS No. 52 mengakui sudut pandang induk maupun anak perusahaan sebagai kerangka dasar pelaporan yang sah. Dalam L/K konsolidasi mata uang primer yang digunakan setiap entitas disebut mata uang fungsional (functional currency). Jadi mata uang fungsional setiap entitas merupakan mata uang lingkungan ekonomi utama di mana perusahaan beroperasi. Penentuan mata uang fungsional menentukan pula pilihan metode translasi untuk konsolidasi dan perlakuan keuntungan/kerugin kurs.


Pilihan Metode Translasi
1.     Translasi apabila Mata Uang Lokal Merupakan Mata Uang Fungsional
2.     Translasi apabila Dolar AS Merupakan Mata Uang Fungsional
3.     Translasi apabila Mata Asing Merupakan Mata Uang Fungsional

Sumber : Bapak Sigit Sukmono

Nama               : ERMA YENI
NPM               : 22210408

Konvergensi Akuntansi


Ø  Organisasi-organisasi Internasional Pendorong Konvergensi
            Ada sejumlah Organisasi Intrnasional yang berperan penting dalam konvergensi akuntansi, disamping International Accounting Standard Board (IASB)  yang kemudian akan di bahas pada bab ini yaitu :
1.      Commission of the Europe Union, yang disebut Europe Comission (EC)
2.      International Organization of Securities Commission (IOSCO)
3.      International Federation of Accountants (IFAC)
4.      United Nations Intergovermental Working Group of Expert on International Standards of Accounting and Reporting (ISAR), bagian dari United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD)
5.      Organization for Economic Cooperation and Development Working Group on Accounting Standards (OECD Working Group)
Ec, OECD Working Group, dan ISAR merupakan entitas-entitas politik yang memperoleh kewenangan dari persetujuan internasional. Kegiatan utama IFAC meliputi penerbitan petunjuk teknis dan profesional dan mendorong adopsi pengumuman-pengumuman IFAC dan IASB. Sementara kegiatan IOSCO adalah mendorong standar regulasi yang tinggi, yang meliputi konvergensi disklosur dan standar-standar akuntansi untuk perdagangan dan pemerolehan modal lintas negara. Disamping itu, Worlds federation of Exchanges (WFE) mendorong perkembangan bisnis pasar keuangan yang profesional dengan menetapkan standar-standar yang harmonis yang diperlukan dalam proses bisnis (termasuk disklosur dan pelaporan keuangan). Sementara organisasi-organisasi akuntansi regional juga berpartisipasi dalam penyusunan standar lintas negara di daerah masing-masing.

Ø  International Accounting Standards Board (IASB)
            Menurut Saudagaran(2001), skenario untuk harmonisasi?konvergensi global akuntansi nampaknya adalah adopsi standar-standar yang diterbitkan oleh IASC (yang sekarang bernama IASB). Tetapi, karena badan tersebut tidak mempunyai otoritas, maka standar-standar tersebut harus disetujui oleh internationalOrganization of securitiesCommision(IOSCO) IASC didirikan tahun 1973 oleh organisasi-organisasi akuntansi profesional di sembilan negara, dan merupakan badan penyusun standar sektor swasta yang independen. Pada tahun 2001, IASC direstrukturisasi menjadi International Accounting Standards Board (IASB) dan bertujuan untuk :
1.       Menyusun satu set tunggal standar-standar akuntansi global yang nberkualitas tinggi, dapat dipahami dan   dapat dilaksanakan yang menuntut agar informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dan pelaporan keuangan yang sehingga dapat membantu para partisipan pasar modal dunia serta para pemakai lain dalam pengambilan keputusan ekonomi,
2.        Mendorong penggunaan dan aplikasi secara cermat standar-standar tersebut
3.      Memenuhi tujuan-tujuan yang terkait butir 1 dan 2, dan setepat mungkin memperhatikan kebutuhan entitas-entitas kecil dan menengah serta ekonomi yang baru muncul
4.      Melaksanakan konvergensi standar-standar akuntansi nasional dan standar-standar akuntansi internasional serta standar-standar pelaporan keuangan internasional.

IASB mewakili organisasi-organisasi akuntansi yang ada pada kurang lebih 100 negara. Badan ini mendapat dukungan yang amat luas, yang menunjukan besarnya kebutuhan akan konvergensi akuntansi.
Ø  International Organization Of Securities Commision (IOSCO)
IOSCO beranggotakan para regulator sekuritas yang berasal dari lebih dari 100 negara. Tujuan para anggota organisasi adalah :
1.      Bekerjasama untuk mempromosikan standar-standar regulasi yang tinggi untuk memelihara pasar yang sehat efisien dan adil.
2.      Bertukar informasi atas pengalaman mereka masing-masing untuk meningkatkan pengembangan pasar modal domestik.
3.      Mempersatukan upaya mereka untuk menetapkam standar dan melakukan pengawasan yang efektif terhadap transaksi-transaksi sekuritas Internasional, dan :
4.      Saling memberikan bantuan untuk meningkatkan integritas pasar melalui aplikasi standar-standar secara ketat dan penindakan yang efektif terhadap pelanggaran.
            Para anggota IOSCO secara bersama-sama bertanggung jawab dalam meregulasi lebih dari 90 % pasar sekuritas global. Ketika pasar keuangan menjadi semakin mengglobal, IOSCO semakin berkepentingan terselenggaranya kerjasama lintas negara antar para regulator sekuritas. Untuk itu IOSCO telah banyak melakukan pekerjaan yang berkenaan dengan standar akuntansi dan disklosur internasional untuk memfasilitasi kemampuan perusahaan dala memperoleh modal secara efisien dipasar sekuritas global.
            Sebuah komite teknis IOSCO berfokus pada akuntansi dan disklosur internasional, dengan tujuan untuk memfasilitasi proses dimana para penerbit saham kelas dunia dapat memperoleh modal dari semua pasar modal dengan cara yang paling efektif dan efisien. IOSCO bekerja sama dengan IASB dengan memberikan masukan mengenai proyek-proyek IASB. IASB telah mengesahkan IFRS untuk penawaran sekuritas lintas negara.

Ø  Pengakuan dan Dukungan terhadap IASB
IFRS sekarang ini diterima secara luas oleh negara-negara di dunia. Adapun bentuk-bentuk pengakuan dan dukungan tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Standar-standar tersebut digunakan oleh banyak negara sebagai dasar menyusun standar-standar akuntansi mereka atau di adopsi sepenuhnya.
2.      Standar-standar tersebut diterima oleh banyak bursa efek dan para regulator yang mengijinkan baik perusahaan asing maupun domestik untuk menyusun laporan keuangan yang sesuai IFRS dan,
3.      Standar-standar tersebut diakui oleh masyarakat Eropa (European Comunity, EC) dan badan-badan supranasional lain. Pada tahun 1995, EC mengesahkan IFRS. Daripada mengamandemen istruksi-instruksi (directives) yang ada, Ec lebih memilih untuk berasosiasi dengan upaya-upaya IASC/IASB dan IOSCO dalam melaksanakan konvergensi standar-standar akuntansi. Sekarang, dalam menyusun laporan keuangan konsolidasian,  perusahaan-perusahaan Uni Eropa yang terdaftar terutama pada bursa-bursa efek ternama menggunakan IFRS.
            Komitmen para penyusun standar akuntansi nasional dalam mengupayakan konvergensi ke arah terciptanya atau set tunggal standar akuntansi internasional terlihat dengan ditandatanganinya Norwalk Agreement tahun 2002 oleh IASB dan Dewan Standar keuangan AS. Pada tahun 2004, Australian Accounting Standards Board mengadopsi IFRS sebagai standar-standar akuntansi Australia, China dan Jepang berkomitmen untuk mengkonvergensi standar-standar akuntansi keuangan mereka masing-masing terhadap IFRS pada tahun 2005. Juga pada tahun tersebut, Dewan Standar Akuntansi Kanada mengusulkan untuk mengganti standar-standar akuntansi Kanada dengan IFRS pada tahun 2011 nanti. Para penyusun standar akuntansi dari jerman, Prancis, Inggris, Kanada, AS, Australia, Selandia Baru, sera Jepang bersekutu secara aktif dengan IASB dalam penyusunan standar akuntansi nasional mereka masing-masing. Bahkan, banyak perusahaan yang terdaftar di OTC yang memilih menggunakan IAS/IFRS. Hanya perusahaan-perusahaan di Amerika Utara yang masih banyak menggunakan PABU AS.

Sumber :
Sunyoto Danang, Sunardi. 2011. Akuntansi Internasional. Yogyakarta : Amara Books

Nama               : ERMA YENI
NPM               : 22210408
Kelas               : 4EB19