Kamis, 07 April 2011

Teori Strategi Pembangunan

1 .teori strategi pembangunan.

Definisi Teori Pembangunan
Pembangunan
Terdiri dari dua kata, yaitu: “Teori” “Pembangunan”
Mansour Fakih : Proses dan usaha untuk meningkatkan kehidupan ekonomi politik , budaya, infrastruktur masyarakat dsb. Pembangunan adalah bagian dari teori perubahan sosial.
Talizidihu Ndraha “ secara etimologis” : sadar/siuman, bangkit dan berdiri, bentuk, Membuat, mendirikan atau membina Pembangunan meliputi segi anatomik (bentuk), fisiologik (kehidupan), dan behavioral (perilaku)
Bjorn Hettne : Pembangunan didefinisikan sangat kontekstual dan harus merupakan konsep terbuka yang harus didefinisikan terus menerus. Teori Pembangunan lebih memperhatikan perubahan sosial dibandingkan disiplin ilmu sosial lainnya.
Bintoro dan Mustopadidjaja :” Pengertian pembangunan harus dilihat secara dinamis dan bukan dilihat sebagai konsep statis. Pembangunan adalah suatu orientasi dan kegiatan usaha tanpa akhir”
Profesor Goulet (Tiga Nilai Inti Pembangunan):
Kecukupan:kemampuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar. Kebutuhan dasar meliputi sandang, pangan, papan. Keberhasilan pembangunan ekonomi menjadi prasyarat terpenuhinya nilai ini.
Harga Diri / Kemandirian : Menjadi manusia seutuhnya. Membangun tidak berarti menghilangkan kepribadian.
Kebebasan dari Sikap Menghamba: kemampuan untuk memilih Kemampuan untuk berdiri tegak sehingga tidak diperbudak oleh pengejaran aspek-aspek material semata.
Todaro & Smith: “pembangunan merupakan suatu kenyataan fisik sekaligus tekad suatu masyarakat untuk berupaya sekeras mungkin demi mencapai kehidupan yang lebih baik”
Tiga tujuan inti pembangunan:
Peningkatan ketersediaan kebutuhan hidup pokok. Peningkatan standar hidup. Perluasan pilihan-pilihan ekonomi dan sosial. (Todaro & Smith).
Teori Pembangunan & Ideologi
Ideologi (filsafat/pandangan hidup) digunakan sebagai dasar untuk memilih teori dan strategi pembangunan yang sesuai MAKA Memilih teori dan strategi Pembangunan u/ Indonesia harus sesuai dengan ideologi bangsa Indonesia, yaitu Pancasila


2. strategi pembangunan indonesia.

Kerusakan Lingkungan
Pembangunan yang tidak memperhatikan dampak lingkungan dapat membuat negara tsb menjadi miskin krn kerusakan lingkungan, habisnya sumber alam, dsb. Sehingga pembangunan tsb tidak berkelanjutan (tidak sustainable) Dikembangkan tolok ukur SDA, seperti kerusakan SDA, polusi limbah industri dsb.
Pembukaan : Masih inget nggak, filosopi SAPU LIDI? Kalo sebatang, gampang patah. Tapi kalo seikat, jadi kuat. Beginilah strategi untuk membangun . Kita harus kerjasama. Masyarakat, pengusaha, pemerintah, pemilik modal (aka GOLD), politikus, kaum cendikiawan, semua. Dengan itu, kita bisa kuasai dunia.

a. KAMPANYE CINTA PRODUK INDONESIA

Ngapain beli produk luar? Walaupun murah. Masyarakat Indonesia! Stop membeli produk luar. Cintai produk dalam negeri. Walau siKero dengan Carrefour dan Thalesnya, atau Kelelep dengan K-nya, alexander dengan Lethal Weaponnya, jualan murah, tapi gak ada manfaatnya buat negara. Tanamkan pada masyarakat, kalau produk impor itu kutuan.

b. EKSPANSI EKONOMI KE LUAR NEGERI

Industri food sudah over supply. Hentikan pembukaan perusahaan food baru. Yang udah ada, siapkan ekspor license untuk ekspor. Yang sukses jadi eksportir, bagi2 info ke pengusaha lainnya. Pemerintah akan menawarkan GOLD sangat murah untuk keperluan beli lisence. Manfaatkan juga KERIS buat mata-mata.

c. INDUSTRI STRATEGIS.

Bentar lagi perang. Industri yang mendukung harus disupport penuh. Lanjutkan proyek Yayasan Sehat. Support penuh industri weapon. Upgrade company sampai Q5 kalau perlu. Pemerintah akan subsidi buat upgrade, dan menurunkan VAT dan IncomeTax di industri ini. Kemudian, pemilik industri weapon harap menjual weapon high quality dengan harga paling murah. Kalo perlu, profit margin cukupin buat bayar gaji pegawai aja. Biar semua citizen bisa pegang senjata. Bisa perang. Dan pemilik industri akan dikenang sebagai pahlawan, sosok yang mau berkorban untuk bangsa dan negara. Industri gift juga bersiap-siap, melakukan hal yang sama.

d. MONEY MARKET

Pemerintah tetap ngumpulin GOLD dari pasar. Jangan sampai Indonesia kehabisan GOLD. Beli di harga yang wajar. We'll need it kapan-kapan.


e. TAX

Turunkan VAT dan Income Tax di indusri strategis: Weapon dan Gift. Jadi pengusaha bisa berikan gaji lebih murah.Naikkan Import Tax semua industri ke 50%. Harusnya sudah cukup untuk menghadang produk kutuan. Persetan dengan pasar bebas antar negara. Toh, mereka melakukan hal yang sama ke produk kita.

f. TBA TBB

Lanjutkan kebijakan ini, supaya pengusaha gak pusing2 jualan di dalam negeri. Kita harus fokus ekspor ke luar negeri.

g. LEMBAGA PENDUKUNG NEGARA

BEI melanjutkan tugasnya, sebagai pengawas money market. Pastikan hanya sedikit GOLD yang mengalir keluar negeri.BNI'46 akan berfungsi sebagai asuransi ala Indonesia. Titipkan uangmu disini kalau mau berangkat perang.RUMAH SAKIT SWASTA, nantinya mendrop gift ke para pejuang, atau citizen yang membutuhkan. Bisa bayar tunai, atau dengan mendebet rekening yang bersangkutan di BNI'46
KERIS, luar biasa. Mereka harus diberi penghargaan atas jasa2nya. Pemerintah akan mengapresiasi jasa2 mereka lewat donasi YAYASAN SEHAT, lanjutkan pembangunan rumah sakit itu.

3. rencana pembangunan indonesia.

Gambaran yang lebih jelas tentang arah yang dituju dalam pembangunan Indonesia dapat dibaca dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025. Dalam RPJPN tersebut telah ditetapkan bahwa visi pembangunan adalah “Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur”. “Mandiri” artinya mampu mewujudkan kehidupan sejajar dan sederajat dengan bangsa lain dengan mengandalkan pada kemampuan dan kekuatan sendiri. “Maju” dapat diukur dari kualitas SDM, tingkat kemakmuran, kemantapan sistem dan kelembagaan politik dan hukum. Sedangkan “Adil” dicerminkan oleh tidak adanya diskrimasi dalam bentuk apapun, baik antar individu, gender, maupun wilayah. Sementara “Makmur” dapat diukur dari tingkat pemenuhan seluruh kebutuhan hidup.
Di berbagai negara, seperti Cina, tingkat kemakmuran bisa dikelompokkan menjadi 4, yang indikatornya adalah rasio pengeluaran untuk makanan dari total pengeluaran. Apabila rasio pengeluaran untuk makanan diatas 60% dari total pengeluaran, maka komunitas tersebut tergolong “miskin”. Apabila rasionya antara 50% - 60% dari total pengeluaran, maka komunitas tersebut tergolong “hampir miskin” atau “hanya cukup makan dan pakaian”. Apabila rasionya antara 40% - 50%, maka komunitas tersebut tergolong “relatif makmur”. Sedangkan bila rasionya sudah dibawah 60% dari total pengeluaran, maka komunitas tersebut tergolong “makmur”. Mengacu kepada tolok ukur diatas, sebenarnya masing-masing kita dapat mengira-ngira sendiri termasuk golongan yang mana.
Sebagai informasi, rasio mengeluaran penduduk Cina untuk makanan dari total pengeluaran pada tahun 1978 adalah 57,5% di pedesaan dan 67,7% di perkotaan. Angka tersebut turun menjadi 43,0% di pedesaan dan 35,8% di perkotaan pada tahun 2006 (Bahan Seminar on Economic Administration for Asian Countries, 2008). Artinya penduduk Cina di pedesaan pada saat ini telah relatif makmur, dan di perkotaan sudah makmur.
Selanjutnya, bagaimana di Indonesia ? Dalam RPJPN 2005 – 2025 juga telah ditetapkan misi pembangunan sebagai berikut :
Mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila.
Mewujudkan bangsa yang berdaya saing.
Mewujudkan masyarakat demokratis berlandaskan hukum.
Mewujudkan Indonesia aman, damai, dan bersatu.
Mewujudkan pemerataan pembangunan dan berkeadilan.
Mewujudkan Indonesia asri dan lestari.
Mewujudkan Indonesia menjadi negara kepulauan yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional.
Mewujudkan Indonesia berperan penting dalam pergaulan dunia internasional.
Untuk mencapai misi tersebut, telah ditetapkan pula 4 tahapan pembangunannya, yaitu :
Dalam RPJMN 1 (2005 – 2009) dilakukan penataan kembali NKRI, membangun Indonesia yang aman dan damai, yang adil dan demokratis, dengan tingkat kesejahteraan yang lebih baik.
RPJMN 2 (2010 – 2014) ditujukan untuk memantapkan penataan kembali NKRI, meningkatkan kualitas SDM, membangun kemampuan iptek, dan memperkuat daya saing perekonomian.
Sedangkan target dalam RPJMN 3 (2015 – 2019) adalah memantapkan pembangunan secara menyeluruh dengan menekankan pembangunan keunggulan kompetitif perekonomian yang berbasis SDA yang tersedia, SDM yang berkualitas, serta kemampuan iptek.
Pada tahapan terakhir, RPJMN 4 (2020 – 2024) diharapkan terwujudnya masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur melalui percepatan pembangunan di segala bidang dengan struktur perekonomian yang kokoh belandaskan keunggulan kompetitif.
Dalam pembangunan daya saing bangsa, RPJPN 2005 – 2025 menetapkan arahnya sebagai berikut :
Pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
Penguatan perekonomian domestik dengan orientasi dan berdaya saing global.
Penguasaan, pengembangan, dan pemanfaatan iptek.
Pembangunan sarana dan prasarana yang memadai dan maju.
Reformasi hukum dan birokrasi.

Rabu, 06 April 2011

perkembangan perekonomian indonesia

I. Perkembangan sistem perekonomian.
1. latar belakang munculnya sistem
Dalam kebutuhan manusia sangat beragam dan tak terbatas. Sebagai contoh, kebutuhan manusi akan peningkatkan pengetahuan-muncul sistem pendidikan; kebutuhan manusia akan sandang, pangan atau papan-muncul sistem ekonomi; hubungan dengan orang lain akan terbentuk-sistem pengaturan, sistem sosial; kebutuhan untuk berkelompok dalam masyarakat tertentu-sistem masyarakat; dan kebutuahan akan kesejahteraan masyarakat-muncul sistem politik. Kemudian kebutuhan dari warga negara dalam mengatur-tatanan kehidupan berbangsa dan keputusan-keputusan politik yang diilhami oleh struktur sosial dan culture, akan terbentuk suatu sistem pemerintahan negara.
Untuk itu dalam suatu sistem sosial (mekanisme jaringan-hubungan dalam suatu atau yang dianut masyarakat) akan membentuk suatu sistem pemerintahan dan sistem ekonomi suatu bangsa.
Sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk suatu kegiatan (satu kesatuan yang menyeluruh) yang saling berinteraksi secara teratur-berhubungan satu dengan yang lain dan saling tergantung untuk mencapai tujuan bersama.
2. Sistem Perekonomian Pada Umumnya
Tujuan dari sistem perekonomian merupakan usaha untuk mengatur pertukaran barang dan jasa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena politik ekonomi merupakan bagian politik nasional, maka dalam hal ini kebijakan politik sering didasarkan pada masalah ekonomi, dan kebijakan ekonomi seringkali didasarkan pada masalah politik.
a. Perkembangan sistem politik dan pemikiran ekonomi
Struktur sosial feodal-kekuasaan raja-bangsawan yang absolut-diktaktor, menimbulkan kesengsaraan masyarakat. Dalam masyarakat yang demikian kebebasan berpikir masyarakat terpasung dan tertindas. Timbul pendobrakan terhadap kekuasaan raja yang absolut, ditandai dengan konsep kontrak sosial “social contract” yang salah satu asasnya adalah kesadaran bahwa dunia dikuasai oleh hukum yang timbul dari alam yang mengandung prinsip-prinsip keadalian yang universal, berlaku untuk segala zaman serta semua manusia. Munculah semangat kebebasan, persamaan dan persaudaraan.
Pada gilirannya mempengaruhi perubahan sosial dan cultural masyarakat, ditandai dengan adanya kebebasan berpikir yang berkembang amat pesat dan sangat mempengaruhi gagasan dalam kehidupan politik dan ekonomi.
Bersamaan dengan berkembang konsep negara baru timbul kebutuhan untuk mengatur kehidupan ekonominya.
Pada awalnya muncul Renaissance (1350-1600) dan reformasi (1500-1650), lalu aufklaerung “pencerahan” (1650-1800). Kemudian pada abad ini muncul pemikiran ekonomi merkantilisme “negara makmur-emasnya banyak-keuangan kuat sebagai simbul kekayaan dan kemakmuran” yang memunculkan kolonialisme, dimana negara kuat secara ekonomi apabila negara lain miskin.
1776 muncul faham psyokrat oleh Quesney bersamaan dengan Adam Smith yang menentang gagasan merkantilisme-kolonial dan feodalisme dan yang menentang hambatan-hambatan pemerintah. David home dan David Ricardo dengan faham ekonomi produksi-konsumsi-pertukaran/ perda-gangan yang mendukung semangat “laizzez faire, laizzer passer”-identik dengan kebebasan-kebutuhan, muncul faham dan sistem kapitalisme.
1818-1883, Karl Marx yang menentang ajararn kapitalisme-penindasan rakyat kecil dan buruh. Pandangan Marx terhadap negara bahwa negara itu hanya alat untuk menindas-mengatur kelas lainnya. Perlu adanya revolusi masa-sosialis/komunis untuk pemerataan hak dan kewajiban.
Pemikiran-pemikiran dibidang ekonomi akan mempengarui bentuk-bentuk pemerintahan. Yang kemudian berkembang faham demokrasi.
b. Pembagian sistem ekonomi
Sistem menunjuk kepada suatu kumpulan tujuan, gagasan, kegiatan yang dipersatukan oleh beberapa bentuk saling hubungan dan adanya ketergantungan yang terartur dalam rangka mencapai tujuan bersama.
Sedang sistem perekonomian adalah sistem sosial atau kemasyara-katan dilihat dalam rangka usaha keseluruhan sosial itu untuk mencapai kemakmuran.
Dalam pengertian sistem sosial terkandung unsur :
• Tujuan bersama dengan segala harapannya, dalam hubungannya dengan perekonomian, jelas tujuan bersama itu dimaksudkan ialah kemakmuran masyarakat.
• Seperangkat nilai yang melekat pada tujuan bersama tersebut menciptakan pengikat yang mempersatukan anggota masyarakat dalam usaha bersama menurut cara-cara tertentu.
• Sikap dasar dan pengertian tentang hak dan kewajiban, yang membentuk pola tingkah laku dan tindakan individu maupun kelompok satu dengan yang lain.
• Otoritas, kepemimpinan, struktur kekuasaan untuk mengarhkan usaha bersama, memilih atau menetapkan alternatif-alternatif bagi alat-alat yang dipergunakan dan mempersatukan seluruh anggota masyarakat untuk bersama-sama mempergunakan alat-alat tersebut.
Kemakmuran masyarakat terutama menyangkut kegiatan yang paling esensial dari kehidupan sistem, yaitu produksi barang dan jasa, dan bagaimana barang dan jasa itu didistribusikan diantara individu dan kelompok dalam masyarakat, dipertukarkan dan dikonsumsi, yang semuanya berkaitan erat dengan konsep pemilikan yang berlaku, kekuasaan pemerintahan negara dll.
Dalam pembentukan suatu sistem, tidak lepas dari pada pengaruh falsafah sosial pada sistem perekonomian. Falsafah sistem sosial disadari atau tidak diturunkan dari pandangan yang spesifik tentang manusia. Falsafah-falsafah itu dikenal dengan individualisme dan sosialisme.
Sistem perekonomian mengenal berbagai bentuk di berbagai negara sepanjang sejarah. Dalam klasifikasi ini tergantung pada cara bagaimana sistem itu membuat keputusan-keputusan dasar produksi, distribusi dan pertukaran serta konsumsi.
Atas dasar klasifikasi tersebut, ditemui bentuk-bentuk suatu sistem yaitu :
a. Sistem ekonomi pasar (kapitalisme)
Dalam mana pengambilan keputusan didistribusikan secara luas, atau lebih tepat diserahkan kepada semua individu. Dalam pemikiran sistem ini alat-alat dasar produksi dikuasai oleh swasta, maka produksi barang dan jasa secara maksimal akan tercapai bila campur tangan pemerintah ditiadakan atau dibatasi sedikit mungkin untuk memberi kesempatan kepada individu untuk menggunakan kekayaan dan daya kreatvitasnya dan atau tenaga kerjanya sebebas-bebbasnya untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya bagi individu itu sendiri.
Dalam sistem liberal kapitalis atau sistem laissez faire menghendaki proses berdasarkan kekuatan atau mekanisme pasar dan perataan berdasarkan alokasi pasar dalam suasana usaha bebas dan perdagangan bebas atau sering disebut dengan ekonomi pasar.
Dasar teoritis ekonomi pasaran adalah persaingan bebas yang menggerakkan mekanisme pasar. Dalam hal ini penawaran dan permintaan bebas yang dilatarbelakangi motif keuntungan pada pihak produsen maupun konsumen, dalam hal menentukan harga-harga tentang berapa banyak jenis dan jumlah barang yang akan diproduksi. Menurut sistem ini, yang menganggap kekuatan pasar bebas sebagai jalan terbaik bagi proses pencapaian kemakmuran dan alat alokasi yang paling tepat untuk perataan kekayaan, akan membawa perekonomian pada keseimbangan yang langgeng.
Ciri terpenting dari sitem perekonomian liberal adalah :
1). Alat produksi dimiliki oleh individu atau badan hukum. Hak milik perseorangan bersifat individualistis.
2). Produksi dilakukan oleh swasta berdasarkan kebebasan individu untuk menentukan usahanya sendiri dan kebebasan memilih pekerjaaanya sendiri atas inisiatif dan tanggungjawabnya sendiri, kebebasa membuat kontrak (jual-beli, sewa, pinjam dan perburuhan) dan kebebasan hak milik.
3). Motif perolehan laba adalah sebesar-besarnya merupakan dasar penentuan jenis dan jumlah barang yang diproduksi.
4). Pasar ditandai dengan persaingan bebas, dalam mana harga ba-rang ditentukan oleh interaksi atau mekanisme bebas antara penawaran dan permintaan atau dengan kata lain persediaan dan konsumsi.
5). Pada dasarnya negara tidak campur tangan dalam kehidupan eko-nomi. Tugasnya hanya menjaga tertib hukum yang menjamin kebebsan usaha setiap individu.
b. Sistem ekonomi perencanaan (sosialisme-komunis)
Dalam sistem ini pengambilan keputusan terkonsentrasi pada kelom-pok yang berkuasa. Dalam sosialisme itu untuk menyebut ajaran tentang gerakan yang umumnya menghendaki pemilhan alat produksi secara kolektif, dengan ekonomi berencana yang disusun, dilaksnakan dan dikontrol oleh kekuasaan pusat.
Dalam sistem ini menghendaki proses berdasarkan kekuasaan negara dan alokasi oleh pemerintah, dan karena itu mengharuskan perencanaan pusat (central planning) atau sering disebut dengan ekonomi berencana.
Dalam sistem ini pula, beranggapan bahwa kekuatan dan kekuasaan negara dapat membangun segala-galanya, demikian juga dengan alokasi semua barang-barang untuk kebutuhan ekonomis.
Ciri-ciri terpenting dalam sitem perekonomian sosialis :
1. Semua alat produksi dan sumber ekonomi dikuasai seluruhnya oleh negara, semua kekayaan adalah kekayaan sosial, hak milik seseorang atas alat produksi dan sumber ekonomi tidak diakui dan dimiliki secara kolektif.
2. Seluruh kegiatan ekonomi, termasuk produksi dan distribusi barang-barang merupakan usaha bersama dibawah pimpinan dan pengwasan pemerintahan negara. Uasaha swasta tidak dikenal dan semua perusahaan adalah perusahaan swasta. Semua warga masyarakat adalah pekerja yang dibebani kewajiban turut serta dalam kegiatan ekonomi menurut kemampuan, dan setiap warga negara dijamin keperluan hidupnya menurut kebutuhan.
3. Jenis dan jumlah barang yang diproduksi ditetapkan menurut cara pemerintah pusat atau badan pusat yang dibentuk pemerintah.
4. Sifat serba negara (etatisme) disamping produksi dan distribusi, juga mencakup pengaturan konsumsi dan penentuan harga barang menurut rencana dan penetapan pemerintah.
5. Negara adalah penguasa mutlak. Bahwa tidak ada milik perseo-rangan, kecuali atas barang-barang yang sudah dibagikan, tidak ada kebebasan mengusai barang yang dihasilkan dengan tenaga kerjanya sendiri, tidak ada kebebasan berusaha dan menentukan pekerjaan (sistem totaliter).
c. Sistem ekonomi campuran (dualisme)
Dalam sistem ini berusaha memadukan dua sistem yang bertolak belakang secara ekstrim di atas, dimana dalam menentukan suatu dasar sistem perekonomian suatu negara, berusaha membandingkan dan mengambil kebaikan-kebaikan dari kedua sistem tersebut. Dalam hal ini dibedakan dari suatu proses mana yang akan dikuasai oleh negara dan oleh swasta dalam rangka mencapai suatu kemakmuran masyarakat atau sering disebut dengan ekonomi kolektif atau ekonomi pasaran sosial.
Dalam sistem ini pula, kekuasaan pemerintahan negara dan kebebasan individu atau masyarakat berdampingan dalam kadar yang berbeda-beda sesuau dengan falsafah atau dasar sistem sosial masyarakat. Ada campuran yang lebih mendekati kapitalis karena kadar kebebasan relatif lebih besar. Ada pula campuran yang lebih mendekati sosialis karena kadar dan peranan pemerintah yang relatif besar dalam proses ekonomi.
Tapi dalam bentuk berbagai campuran, ini bersumber dari ekonomi bangsa, termasuk alat produksi dimiliki oleh individu atau kelompok swasta disamping sumber-sumber tertentu yantg dikuasai oleh pemerintah pusat. Untuk itu dalam sistem ekonomi campuran paling tidak ada dua sektor, yaitu sektor negara (sektor pemerintah dan sektor publik) dan sektor swasta.
Sistem campuran melahirkan ekonomi pasaran sosial, yang memungkinkan terjadi persaingan dipasaran bebas, tapi bukan persaingan mati-matian, sedang campur tangan pemerintah dilancarkan untuk menyehatkan kehidupan ekonomi, mencegah konsentrasi yang terlalu besar dipihak swasta (kapitalkisme), mengatasi krisis-krisis, dan membantu golongan yang secara ekonomis lemah.
Untuk itu nama lain yang identik dengan sistem ekonomi campuran adalah negara kemakmuran, negara kesejahteraan, demikrasi ekonomi dan masyarakat adil makmur.
II. Sistem Perekonomian di Indonesia.
Pidato M. Hatta dalam konferensi ekonomi di Yogyakarta, pada 3 Pebruari 1946 dikatakan bahwa dasar politik perekonomian RI terpancang dalam UUD 1945 dalam bab “kesejahteraan sosial” pasal 33.
 Perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan
 Cabang-cabang produksi yang bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara
 Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Selanjutnya dalam penjelasan pasal 33 ditetapkan sebagai berikut : “Dalam pasal 33 tercantun dasar demokrasi ekonomi produksi dikerjakan oleh semua, untuk semua dibawah pimpinan atau pemilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan bukan kemakmuran orang seorang. Sebab itu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Bangun perusahaan yang sesuai dengan itu ialah koperasi. Perekonomian berdasar atas demokrasi ekonomi, kemakmuran bagi semua orang. Sebab itu cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara,. Kalau tidak, tanpuk produksi jatuh ke tangan orang seorang yang berkuasa dan rakyat banyak ditindasnya. Hanya perusahaan yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak boleh ditangan orang seorang. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung dalam bumi adalah pokok-pokok kemakmuran rakyat. Sebag itu harus dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Pidato M. hata ini menegaskan bahwa dasar perekonomian yang sesuai dengan cita-cita tolong-menolong adalah koperasi.
Sementara itu Soemitro Djojohadikusumo dalam pidatonya di washinton, 22 Pebruari 1949 menegaskan bahwa yang dicita-citakan ialah macam suatu ekonomi campuran : Lapangan-lapangan tertentu akan dinasionalisasi dan dijalankan oleh pemerintah, sedangkan yang lain-lain akan terus terletak dalam lingkungan usaha partikulir. Yang terkhi harus tunduk kepada pemerintah tentang syarat kerja, upah dan politik pegawai.
Namun meski sudah cukup jelas tentang sistem perekonomian Indonesia, dalam perkembangannya sistem perekonomian Indonesia tidak hanya berkisar pada ekonomi campuran, akan tetapi mengarh ke bentuk baru yang disebut Sistem ekonomi Pancasila. Yang kemudian dipertegas dalam GBHN. Pembangunan ekonomi yang didasarkan kepada Demokrasi Ekonomi menentukan bahwa masyarakat harus memegang peranan aktif dalam kegiatan pembangunan. Oleh karenanya maka pemerintah berkewajiban memberikan pengarahan dan bimbingan terhadap pertumbuhan ekonomi serta menciptakan iklim yang sehat bagi perkembangan dunia usaha, sebaliknya dunia usaha perlu memberikan tanggapan terhadap pengarahan dan bimbingan serta penciptaan iklim tersebut dengan kegiatan-kegiatan yang nyata.
a). Demokrasi ekonomi yang menjadi dasar pelaksanaan pembangunan memiliki ciri-ciri positif sebagai berikut :
1). Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan
2). Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara
3). Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat
4). Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan dengan permufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat serta pengawasan terhadap kebijaksanaannya ada pda lembaga-lembaga perwakilan rakyat pula.
5). Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
6). Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
7). Potensi, inisiatif dan daya kreasi setiap warga negara diperkembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
8). Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.
b). Dalam demokrasi ekonomi harus dihindarkan ciri-ciri negatif sebagai berikut :
1). Sistem free fight liberalism, yang menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain yang dalam sejarahnya di Indonesia telah menimbulkan dan mempertahankan kelemahan struktural posisi Indonesia dalam ekonomi dunia.
2). Sistem etatisme, dalam mana negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi diluar sektor negara.
3). Pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk yang merugikan masyarakat.
Dalam demokrasi dan ekonomi yang berdasar Pancasila dan UUD 1945, dengan jelas dan tegas menolak individualisme yang sepenuhnya tak sosial, tak pernah menerima sistem kemasyarakatan yang sepenuhnya diabdikan kepada kepentingan individu-individu yang terlepas satu sama lain. Dan dalam alam pandangan Pancasila dan UUD 1945, maka keduanya yaitu individu dan masyarakat, berada dalam keselarasan dan keseimbangan, sebagai bagian dari keselarasan dan keseimbangan yang lebih besar.
III. Perilaku-perilaku ekonomi indonesia.

Jika dalam ilmu ekonomi mikro kita mengenal tiga perilaku ekonomi, yaitu :
1. pemilik faktor produksi
2. konsumen
3. produsen

dan jika dalam ilmu ekonomi makro kita mengenal empat perilaku ekonomi:
1. sektor rumah tangga
2. sektor swasta
3. sektor pemerintah, dan
4. sektor luar negeri

maka dalam perekonomian indonesia dikenal 3 pelaku ekonomi pokok ( sering disebut sebagai agen-agen pemerintah dalam pembangunan ekonomi), yaitu :
1. Koperasi
2. Swasa
3. Pemerintah BUMN

sesuai dengan konsep Trilogi Pembangunan (pembangunan, pemerataan, dan kesetabilan ekonomi), maka masing-masing perilaku tersebut memiliki prioritas fungsi berikut :

1. Koperasi : Pemerataan hasil ekonomi pertumbuhan kegiatan ekonomi kesetabilan yang mendukung kegiatan ekonomi
2. Swasta : pertumbuhan kegiatan ekonomi pemerataan hasil ekonomi kesetabilan yang mendukung kegiatan ekonomi
3. Pemerintah BUMN : kesetabilan yang mendukung kegiatan ekonomi pemerataan hasil ekonomi pertumbuhan kegiatan ekonomi

Kamis, 17 Februari 2011

DATA POKOK APBN 2005-2010

APBN 2005-2010

Silpa APBN 2010 Rp47 Triliun
Senin, 3 Januari 2011 - 14:32 wib
Serapan APBN 2010 Turun Dibanding Tahun Lalu
Tuesday, 22 June 2010 05:25

Realisasi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2010 hingga periode 15 Juni mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun penyerapan APBN 2009 pada periode yang sama. Jika pada 2009 mencapai 31,9%, pada 2010 hanya sebesar 28,9%.

Hal itu diungkapkan oleh Dirjen Perbendaharan Kementerian Keuangan Herry Purnomo di Gedung Kemenkeu Lapangan Banteng Jakarta, Senin (21/6). Realisasi belanja hingga 15 Juni 2010 baru mencapai Rp326,3 triliun, namun jika dipersentasekan hanya sekitar 28,9% dari pagu APBN-P 2010 sebesar Rp1.126,1 triliun. "Sedangkan belanja negara tahun lalu pada periode yang sama Rp319,1 triliun atau 31,9%," tegas Herry.

Penyerapan anggaran yang kurang optimal tersebut diakibatkan karena tren untuk pencairan anggaran di Kementerian/Lembaga pada Juni-Juli. Untuk pengadaan barang dan modal, harus dilakukan tender terlebih dahulu. Namun yang terjadi saat ini banyak pihak yang melakukan sanggahan dalam proses tender, sehingga penetapan pemenang tender tidak bisa langsung ditetapkan.

Pernyataan Herry tersebut diperkuat oleh Wakil Menteri Anny Ratnawati yang menerangkan bahwa dalam belanja modal, ada kecenderungan siklus pengadaan yang lebih lama. "Saat ini kecenderungannya peserta tender saling tikam, sehingga proses penetapan pemenang lebih lama. Biasanya K/L mulai mengajukan termin pembayaran pada Juni or Juli. Ini akan memengaruhi surplus," tukasnya.

Namun, secara nominal, penyerapan anggaran naik. Secara umum, kondisi keuangan makro Indonesia berjalan baik mendekati semester pertama. "Pemantauan dini, kondisi makro positif. Dapat kenaikan rating," ujarnya.

Bahkan, Anny mengatakan bahwa jumlah ekspor meningkat, Indeks Harga Saham Gabungan dan nilai rupiah menguat. Termasuk kondisi inflasi baik, artinya relatif rendah. "Relatif cukup baik. Rata-rata asumsi tidak akan beda jauh dengan realisasi. Kondisi makro dan dampak global terhadap domestik relatif tidak ada," tukasnya.

Anny juga mengungkapkan, dengan kondisi makro yang cukup baik tersebut, Kementerian Keuangan membuat proyeksi pertumbuhan ekonomi triwulan pertama bisa mencapai 5,7%, dan proyeksi pertumbuhan ekonomi triwulan kedua bisa 5,9%. Optimisme tersebut juga ditandai dengan kondisi rupiah yang sampai 10 Juni 2010, mendapatkan apresiasi 1,71%.

"Di mana dolar Sinngapura mengalami depresiasi 0,03%, Thailand apresiasi 2,72%, Malaysia apresiasi 3,62%. Jadi rupiah masih bagus," tukasnya.

Tentu belum optimalnya penyerapan tersebut juga berdampak pada muningkatnya suprlus APBN-P 2010. Data Kementerian Keuangan menunjukkan negara mengalami surplus sebesar Rp60,3 triliun menjelang akhir semester pertama 2010. Per 15 Juni 2010, surplus diperoleh dari realisasi pendapatan negara dan hibah sebesar Rp386,7 triliun dan belanja negara sebesar Rp326,3 triliun.

Angka surplus ini diperoleh tidak hanya karena penyerapan anggaran minim, tetapi juga karena realisasi pendapatan sebesar 38,97 persen. Surplus tahun ini jauh lebih besar jika dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama hanya sebesar Rp11,7 triliun. Penerimaan dalam negeri baru terealisasi sebesar 39 persen atau Rp386,5 triliun dan hibah sebesar 88 persen atau Rp167,3 miliar. Realisasi belanja negara sudah mencapai Rp326,3 triliun.

Untuk belanja K/L, DIPA Kementerian Pertahanan Rp42,3 triliun dengan realisasi Rp17,3 triliun (40,9%). Kementerian Perhubungan Rp15,8 triliun dengan realisasi Rp3,2 triliun (20,7%). Kementerian Pendidikan Nasional Rp55,1 triliun dengan realisasi Rp15,4 triliun (28,1%). Kementerian Kesehatan Rp21,3 triliun dengan realisasi Rp5,1 triliun (23,9%).

Untuk Kementerian Agama dengan DIPA Rp27,5 triliun direalisasikan Rp6,8 triliun (25%). Untuk Kementerian PU Rp34,9 triliun dengan realisasi Rp6,8 triliun (19,4%). Polri Rp 27,1 triliun terealisasi Rp10,8 triliun (39,8%). "Meskipun ini besar-besar, realisasi lebih karena belanja pegawai. Belanja modal masih kecil, tidak signifikan. Dan rata-rata penyerapan untuk 10 K/L besar 24,2%," ujar Herry. (ST/OL-5)


Sisa APBN 2010 Rp47 Triliun
Tahun ini defisit anggaran hanya mencapai 0,62 persen dari perkiraan terakhir 1,1 persen.

Senin, 3 Januari 2011, 18:50 WIB


Menteri Keuangan Agus Martowardojo (ANTARA/Yudhi Mahatma)
BERITA TERKAIT
Kementerian Keuangan mengungkapkan pemerintah mempunyai sisa lebih anggaran sebesar Rp47 triliun pada 2010. Tahun ini defisit anggaran tercatat hanya mencapai 0,62 persen dari perkiraan terakhir sebesar 1,1 persen.

"Dana kelebihan pembiayaan defisit itu akan menjadi bagian dari Sisa Anggaran Lebih (SAL)," kata Menteri Keuangan Agus Martowardojo dalam Keterangan Pers Evaluasi Perekonomian Tahun 2010 di kantor Menko Perekonomian, Jalan Wahidin, Jakarta, Senin, 3 Januari 2010.

Sebagai catatan, pemerintah menargetkan pembiayaan defisit tahun 2010 sebesar Rp133,7 triliun. Dari jumlah tersebut, realisasi pembiayaan defisit hanya tercapai sebesar Rp86 triliun sehingga terdapat sisa sebesar Rp47 triliun yang kini masuk dalam pos Sisa Lebih Pembiayaan (Silpa).

Menurut Agus, Silpa sebesar Rp47 triliun itu nantinya akan digunakan untuk pembiayaan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2011. Alokasi lain adalah pembayaran subsidi listrik kepada PT PLN (Persero), serta antisipasi kenaikan risiko fiskal.

Agus menganggap bahwa kelebihan dana APBN tersebut bukan efek dari ketidakcermatan dari Kementerian atau Lembaga (K/L) dalam menentukan anggaran. Pasalnya, KL selama ini menerapkan best practices seperti harga komoditas internasional dalam menyusun anggaran.

"Mungkin saja ada situasi global yang mempengaruhi harga atau efisiensi dari KL maka terjadi kelebihan. Itu kami syukuri sebagai penghematan anggaran," kata Agus.

Rendahnya belanja modal, lanjutnya, kemungkinan dikarenakan musim hujan berkepanjangan. Hal itu pada akhirnya menyebabkan sejumlah proyek pemerintah mengalami kemunduran dan tidak bisa dilaksanakan sesuai jadwal.

Menkeu juga menuding masalah lambatnya pembebasan lahan telah ikut mendorong rendahnya penyerapan belanja modal KL.

Agus menjanjikan pada tahun 2011, anggaran KL akan lebih terkoordinasi lebih efektif. Bahkan Kemenkeu meminta agar KL memberikan jadwal pencairan secara lebih tepat waktu

Senin, 22 November 2010

PROSES PEMBUATAN ROTI
KELOMPOK : ADE REGGA TRIMUULYONO
ARIF SAEFULAH
ERMA YENI


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang Dengan adanya kegiatan ini siswa di harapkan mampu membuat laporan mengenai “pembuatan roti” sambil melakukan penelitian, sehingga kita dapat mengetahui bagaimana cara pembuatan roti, selain itu kegiatan ini pun dibuat untuk memperbayak ilmu pengetahuan tentang produksi barang khususnya roti.

1.2 Pokok pembahasan Dalam laporan ini kami akan menguraikan tentang pembuatan roti, yang terdiri dari langkah-langkah diantaranya :

* Sejarah berdirinya Usaha
* Bahan-bahan apa yang digunakan untuk membuat roti
* Bagaimana Cara pembuatan roti
* Aneka Macam-macam roti
* Zat-zat yang dipergunnakan
* Prospek Usaha

1.3 Tujuan pembuatan makalah

1. Pokok Pembelajaran a. Mahasiswa dapat menyusun sebuah laporan sesuai dengan tugas yang diberikan dosen mata kuliah pengantar bisnis. b. Mahasiswa memperoleh pengetahuan-pengetahuan praktis yang dapat dijadikan sebagai landasan untuk mengembangkan intelektual dirinya dimasa yang akan datang dalam berwira usaha khususnya dalam pembuatan roti.

2. Bidang organisasi a. Mahasiswa dapat menulis suatu perencanaan tugas kegiatan kerja, untuk mencapai tujuan yang diharapkan dengan menempuh musyawarah dan mufakat b. Melatih Mahasiswa agar mampu melaksanakan tugas kerja sesuai dengan recana yang telah disusun dan diterapkan bersama

1.4 Metode penelitian Dalam penulisan makalah ini, penyusun menguraikan pokok-pokok bahasa dengan menggunakan metode study banding umum, seperti aspek biologi dan llingkungan.

1.5 Sistematika penelitian Sistematika yang digunakan oleh penyusun dalam melakukan penelitiannya adalah mengumpulkan data dari setiap anggota kelompok kemudian menyusunnya menjadi sebuah makalah


BAB II

SEJARAH SINGKAT DAN PROSES PRODUKSI USAHA

1.SEJARAH SINGKAT PROFIL USAHA

Usaha Roti “Sabila Bakery” terletak di jalan bintara 9, bekasi barat. Tepatnya berada di kampung setu. Bermula dari bosan menjadi pegawai, pemilik usaha bernama pak imam mantan pegawai di perusahaan roti yang bekerja pada bidang perpajakan. Beliau bercerita tentang bagaimana bekerja di dunia usaha ini. Dahulu, ujar pak imam “saya dulu bekerja di bagaian pajak diperusahaan roti, namun saya bingung”. Saat saya diperintahkan atasan untuk menggelapkan uang pajak negara. Hati kecil saya berkata tidak dan saya memutuskan untuk resign.

Pada tahun 2005 berbekal pengalaman saya bekerja di perusahaan roti, saya mendapatkan banyak ilmu tentang cara membuat roti. Dari situ saya mendapat ide untuk berwirausaha Roti. Dari sejak itulah saya memulai usaha roti.

2. PROSES PRODUKSI

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat roti antara lain :

1. Tepung terigu

2. Telur

3. Mentega

4. Gula pasir

5. Vanili

6. Coklat bubuk

7. Bahan pengawet

8. Bahan pengembang

9. Air secukupnya

Alat yang digunakan dalam pembuatan roti :

1. Mesin adonan

2. Mesin penggerak ( desel )

3. Mesin roling

4. Mesin pengocok telur

5. Mesin Press Kemasan

Cara membuat roti :

1. masukan tepung terigu dan telur lalu diaduk hingga rata

2. setelah rata masukan gula pasir dan mentega, vanili, kemudian aduk hingga rata,

3. setelah adonannya kental lalu masukan bahan pengawet dan bahan pengembang

4. setelah rata masukan adonan tersebut kedalam loyang atau cetakan roti lalu masukan coklat tersebut kedalam roti tersebut

5. kemudian masukan loyang tersebut kedalam open

6. tunggu sampai 15 menit setelah selesai angkat dan dinginkan selama 15 menit.

7. Setelah dingin masukan roti – roti tersebut ke dalam bungkus yang sudah tersedia.



Pada prinsipnya roti dibuat dengan cara mencampurkan tepung dan bahan penyusun lain menjadi adonan kemudian difermentasikan dan dipanggang. Proses pengadukan bahan baku roti erat kaitanya dengan pembentukan zat gluten, sehingga adonan siap menerima gas CO2 dari aktivitas fermentasi. Prinsipnya proses pengadukan ini adalah pemukulan dan penarikan jaringan zat gluten sehingga struktur spiralnya akan berubah menjadi sejajar satu dengan lainya. Jika struktur ini tercapai, maka permukaan adonan akan terlihat mengkilap dan tidak lengket serta adonan akan mengambang pada titik optimum dimana zat gluten dapat di tarik atau dikerutkan.



Proses pengembangan adonan merupakan suatu proses yang terjadi secara sinkronasi antara peningkatan volume sebagai akibat bertambahnya gas-gas yang terbentuk sebagai hasil fregmentasi dan protein larut, lemak dan karbohidrat yang juga mengembang dan membentuk film tipis.



Proses yang paling penting dan mendasar dalam pembuatan roti adalah proses biologis yang disebut proses fermentasi yang dilakukan oleh ragi roti. Khamir sendiri tidak dapat mengawali pembentukan gas dalam adonan, namun dalam tahapan selanjutnuya khamir merupakan salah satu komponen utama yang berfungsi mengembangkan, memantangkan, memproduksi senyawa-senyawa gas dan aroma adonan melalui fermentasi yang dilakukan. Suhu optimum fermentasi adonan adalah 27ͦ°C.



Proses proofing adalah proses fermentasi akhir setelah adonan terbentuk, ditimbang dan dimasukan ke dalam loyang, sebelum akhirnya adonan di panggang ke dalam oven. Pada tahap ini gluten menjadi halus dan meluas, serta penampakan proofing, volume adonan akan berkembang menjadi dua kali lipat.

Setelah melalui proses proofing, selanjutnya adalah proses pembakaran. Dimana proses pembakaran adonan ini merupakan tahap terakhir yang menentukan berhasil atau tidaknya suatu proses pembuatan roti. Untuk memperoleh hasil yang baik dan berwarna kecoklatan dibutuhkan suhu panas sekitar 150-200°C. Sedangkan lama pembakaran secara tepat tergantung pada ukuran atau bentuk roti, jumlah gula yang digunakan dalam formula dan jenis roti yang dibakar.



Proses terpenting dalam pembuatan roti adalah pemanggangan. Melalui proses ini adonan roti diubah menjadi produk yang ringan dan berongga, mudah di cerna dan aroma yang sangat merangsang. Jika suhu oven kurang tinggi maka pengembangan adonan akan berlangsung cepat dan volume menjadi besar sekali sehingga sebagai adonan akan keluar dari cetakan. Hal ini mengakibatkan struktur sel roti kasar dan tekstur keras, kulit tebal, warna pucat, yang kesemuanya menurunkan mutu roti.


BAB III

KESIMPULAN

Roti adalah makanan yang disukai banyak orang baik muda maupun tua ataupun anak-anak walaupun roti bukan makanan khas buatan indonesia. Menggeluti usaha pembuatan roti akan mendapatkan keuntungan yang besar apabila kita menggelutinya dengan tekun dan pandai memasarkan barang yang kita produksi.

Wawancara yang kami lakukan memberi kami wawasan dan bekal apabila kelak kami akan berwirausaha dalam pembuatan roti.



Saran dan kriti kami Untuk usaha sabila bakery setelah saya tinjau lebih jauh, dari data yang saya dapatkan usaha ini kurang dalam memanagemen pemasara hasil produksi dan perlu kreativitas dan inovasi lagi untuk bersaing dengan pengusaha-pengusaha roti lain.

Minggu, 21 November 2010

pemanfaatan sumbertenaga kerja dan kompensasi (pengantar bisnis)
Nama : rma yenie
Kelas : 1EB20
NPM : 22210408
BAB 9
“TUGAS PENGANTAR BISNIS”

PEMANFAATAN SUMBER TENAGA KERJA DAN KOMPENSASI

 Pendahuluan
Oraganisasi merupakan wahan untuk mencapai tujuan. Pengertian fungsi adalah tugas-tugas yang dapat dengan cara membedakan dengan tugas-tugas yang lain.
 Macam/Jenis Personalia
1. Tenaga Eksekutif: mempunyai dua tugas pokok ialah mengambil berbagai keputusan dan melaksanakan fungsi organic manajemen.
2. Tenaga Operatif : merupakan tenaga terampil, yang menguasai bidang pekerjaan, sehingga setiap tugas yang dibebankan kepadanya dapat dilaksanakan dengan baik. Kemampuan melakukan tugas dibagi menjadi 3 golongan yaitu: Tengan terampil (skilled labor), Tenaga setengah terampil (semi skilled labor), Tenaga tidak terampil ( unskilled labor).
 Sumber Tenaga Kerja
1. Dari dalam Perusahaan
2. Teman-teman Para Karyawan
3. Lembaga Penetapan Tenaga Kerja
4. Lembaga Pendidikan
5. Mayarakat Umum
 Seleksi Tenaga Kerja
Untuk memperoleh ppersonalia sesuai dengan kualitifikasi yang telah ditetapkan, perlu adanya seleksi terlebih dahulu untuk memilih diantara semakin banyak calon personalia yang benar-benar memenuhi syarat.
1. Penentuan jenis (kualitas) tenaga kerja
persayaratan yang harus dipenuhi antara lain: batas minimum-maksimum usia, pendidikan minimal yang dimiliki, pengalaman kerja yang telah diperoleh, bidang keahlian yang dimiliki, keterampilan lain yang dimiliki, pengetahuan-pengetahuan lainnya, dan sebagainya.
Analisa jabatan yaitu merupakan analisah tentang segala sesuatu mengenai suatu perkerjaan tertentu.
Setelah analisa jabatan akan diperoleh suatu deskripsi jabatan yaitu merupakan gambaran yang jelas mengenai sesuatu tugas tertentu tentang wewenang, bagaimana dan kepada siapa tanggungjawabanya dari beberapa jumlah anak buahnya. Setelah itu spesifikasi jabatan yaitu merupakan prasyarat minimal yang harus dipenuhi oleh seseorang calon untuk dapat melaksanakan tugas-tugas.
2. Penentuan Jumlah Tenaga Kerja
a) Analisa beban kerja : peramalan penjualan, penyusunan jadwal waktu kerja dan penentuan jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk membuat satu unut barang.
b) Analisa tenaga kerja : untuk menghitung jumlah tenaga kerja yang sesungguhnya dapat tersedia pada satu priode tertentu.
3. Proses Seleksi
Tahap-tahapnya sebagai berikut:
a) Pengisian formulir atau penyortiran lamaran-lamaran yang masuk.
b) Wawancara pendahuluan uantuk mengetahui secara sekilas tentang penampilan, motif berkerja, dan latar belakang kehidupan pelamar.
c) Psycho-test, meliputi 5 hal yaitu:
1. aptitude test: menguji sikap seseorang
2. achievement test: menguji bakat seseorang
3. interest test: menguji minat seseorang
4. personalitiy test: menguji keperbadian seseorang
5. IQ test: menguji kecakapan seseorang
d) Wawancara lajutan, untuk menggali bebagai informasi yang dianggap penting tentang pelamar.
e) Pengujian referensi, untuk menguji tentang bebbagai hal tentang pelamar dari seseorang yang dianggap mengetahui.
f) Pengujian kesehatan, mengetahui apakah kondisi phisiknya cukup memenuhi syarat.
g) Masa Orentasi, merupakan tahap pengujian yang terakhir.
 Pengembangan Karyawan
Untuk lebih meningkatkan keterrampilan kerja dengan harapan agar tingkat produktivitas bertambah, mengurangi tingkat kecelakaan, mengurangi besarnya scrap(kerusakan hasil), meningkatkan gairah kerja.
Terdapat 2 metode pengebangan karyawan yakni: dilakasanakan didalam dan oleh peruusahaan sendiri, dilaksanakan di luar perusahaan dan oleh lembaga lain.
 Kompensasi
Adalah imbalan jasa yang diberikan secara teratur dan dalam jumlah tertentu oleh perusahaan kepada para karyawan atas konstribusi tenaganya yang telah diberiakan untuk mencapai tujuan perusahaan beruapa upah dan gaji. Tiga macam teori upah ekonomi yaitu:
1. Teori pasar, upah ditentukan oleh hasil proses perundingan antara karyawan sebagai penjual tenaga dengan manajemen sebagai pembelinya.
2. Teori standard hidup, upah harus memberikan jaminan kepada buruh untuk menikmati hidup yang layak.
3. Teori kemampuan untuk membayar, tingkat pembayaran harus didasarkan pada kemampuan perusahaan untuk membayar.
 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Upah
Faktor-faktornya yaitu: pasar tenaga kerja, tingkat upah yang berlaku didaerah yang bersangkutan, tingkat keahlian yang diperlukan, situasi laba perusahaan, peraturan pemerintah.
 Metode Pengupahan
1. Upah langsung, yaitu upah yang paling sederhan, yang dibayarkan atas dasar satuan waktu tertent, harian, mingguan, bulanan dan bahkan tahunan.
2. Gaji ( wage), lama waktu mengerjakan suatu pekerjaan, atau dihitung menurut tungkat upah perjam, tamapa memperhatikan kualitas dan kuantintas produk yang dihasilkan.
3. Upah satuan ( priece work), upah yang dibayarkan kepada para karyawan menurut jumlah produk yang dihasilkan.
4. Komisi, uang yang dibayarkan untuk setiap unit barang yang terjual dan bahkan unit yang dapat diproduksi.
5. Premi shift kerja (shift premium), upah diberikan kepada karyawan kerena bekerja diluar jam kerja nolmal.
6. Tujuan tambahan, untuk menarik karyawan berkerja di perusahaan dalam waktu yang lama.
 Upah Insentif
Adalah untuk mendorong karyawan agar berkerja denga lebih produktif. Karakteristik pokok dari upah insetif yang baik adalah: harus mnujukan penghargaan kepada karyawan atas produktivitas mereka, harus dapat dipakai untuk menjumpai tujuan produktif per karyawan secara layak, tambahan upah yang diperoleh karyawan harus paling sedikit diseimbangkan denga biaya produksi rendah.
Macam-macam Bentuk Upah Insentif
1. Full Participation Plan
Merupakan upah insentif bagi karyawan pabrik dimana kegiatan ekstra pada tugas mereka, dapat menghasilkan produksi tambahan.
2. Group Insentif Plan
Insentif ini diberiakn kepada sekelompok karyawan, bilamana terbukti mereka dapat menujukan hasil yang menguntungkan seperti: peningkatan produktivitas, penurunan biaya tenga kerja per unit, perbaikan kualitas produk, penguruangan tingkat kerusakan produk yang dihasilakan.

HUBUNGAN PERBURUHAN
 Hubungan Perburuan Pancasila
Peburuhan ini terjadi karena buruh di satu pihak manajemen pihak lain saling membutuhkan.karyawan adalah manusia, yang hakasasinya harus dilindungi hal tersebut berhungan dengan hubungan perburuhan pancasila. Hubungan perburuan pancasila menghendaki pula agar setiap persoalan yang terjadi antara buruh dan manajemen diselesaikan dengan musyawarah dan mufakat sebagai tersirat dalam jiwa pancasila itu sendiri.
Bila terjadi ketidak-sekepakatan antar peburu dan manajemen buru mempunyai senjata yang dapat digunakan untuk menekan pembicaraan antar mereka yaitu:
1. boikot ( untuk menolak membeli barang-barang hasil produksi),
2. pemogokan ( berhenti berkerja sehingga menurunkan kondisi perekonomian perusahaan),
3. penghasutan ( untuk mendukung pemogokan yang dilakukan ),
4. memperlambat kerja ( dilakukan oleh karyawan dengan cara mengurangi tingkat produktivitas mereka atau mengurangi jumlah produkyang dihasilakan.
 Pejanjian Kerja Bersama (PKB)
Pada umumnya buruh dalam posisi lemeh, untuk mengatasinya manajemen harus dihadapi oleh para pburuh secara bersama-sama dengan mengadakan perjajian kerja bersama (Collective Labor Agreement).
 Hak-hak Buruh
1. Besarnya gaji/upah minimal
2. Tujangan-tujangan yang harus diterima
3. Hak untuk mendapatkan santuna kecelakaan di temapt kerja
4. Hak untuk mendapat promosi dengan sistem penilaian yang adil
5. Hak untu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan melelui program training yang diberiakan oleh perusahaan
6. Mendapatkan pesangon bila ia dipecat atau keluar kemauan sendiri
7. Besar pesangon

Senin, 15 November 2010

produksi dan produktifitas (pengantar bisnis)
Nama : erma yeni
Kelas : 1 EB 20
NPM : 22210408
BAB 10

PRODUKSI DAN PRODUKTIFITAS

 Pengertian
Produksi adalah pengubahan bahan-bahan dari sumber-sumber menjadi hasil yang diinginkan oleh konsumen, berupa barang maupun jasa.
Perusahaan bisnis adalah suatu organisasi/ lembaga yang merubah keahlian dan material menjadi barang dan jasa untuk memuaskan para pembeli, serta diharapkan akan memperoleh laba untuk para pemilik.
Produktifitas adalah sebuah konsep yang menggambarkan hubungan antara hasil dengan sumber yang dipakai untuk menghasilkan hasil tersebut.

 Produksi
Tanggung jawab manajer produksi adalah membuat keputusan-keputusan peting untuk mengubah sumber menjadi hasilyang dapat dijual.

 Sistem Produksi Manufaktur
Keputusan jangka panjjang menentukan disain sistem produksi adalah tentang:
Disain produksi dari barang yang diproses, pemilihan/ penentuan peralatan dan prosesnya, disain tugas lokasi darinfasilitas produksi, layout dari fasilitas tersebut.
1. Sifat-sifat produksi: proses ekstraktif (suatu proses produksi yang mengambil bahan-bahan dari alam), proses analitik(proses pemisahan dari suatu bahan menjadi beberapa macam barang yang hampir menyerupai bentuk /jenis lainnya), proses fabrikasi (proses yang mengubahan suatu bahan menjadi beberapa bentuk), proses sintentik ( metode pengobinasian beberapa bahan kedalah suatu produk.
2. jangka waktu produksi: proses terus-menerus( continuous process), proses terputus-putus( intermittent process)
3. sifat produksi: produksi standard, dan produksi pesanan

KEGIATAN PRODUKSI

 Gambaran sekilas
Masalah-masalah yang dihadapi oleh manajer produksi adalah: perencanaan produksi, organisasi produksi, pengendalian produksi, pemeliharaan pelaratan, pengawasan dan pemeriksaan kualitas.

 Prencanaan produksi
Fungi produksi adalah menciptakan barang dan/atau jasa sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada waktu harga dan jumlah yang tepat. Keputusan-keputusan yang menyakut dan berkaitan dengan masalah-masalah pokok meliputi: jenis barang yang akan dibuat, jumlah barang yang akan dibuat, cara pembuatan. Perencanan jenis barang yang akan dibuat terdiri atas 4 tahap, yaitu: disain awal yang berupa disai spesifikasi, disai barang, cara pembuatan, dan usaha modifikasi.

 Oraganisasi Produksi
Tangung jawab untuk memperoduksi barang berada pada bagian produksi, bagian tersebut terdapat para spesialis yang ahli dalam prencanaan, supervise atau pelaksanaan.

 Pengendalian Produksi
Merupakan serangkaian prosedur yang bertujuan mengkoordinir semua elemen proses produktif kedalam satu aliran dimana aliran tersebut akan membersikan hasil dengan gangguan minimum ongkos terendah dan kemungkinan waktu tercepat.

a. Jenis-jenis Pengendalian Produksi
Order control ( digunakan oleh perusahaan manafaktur yang beropresi hany pada waktu menerima pesanan-pesanan dari pembelinya), Flow control ( gigunakan dalam pabrik-pabrik yang berproduksi untuk persediaan dan dimaksudkan untuk mempercepat pengiriman barang).

b. Tahap-tahap dalam Pengendalian Produksi
Perencanaan ( jika pesanan pembeli atau pesanan untuk persediaan pada perusahaan yang telah diteriam oleh bagian perencanan produksi), Routing ( merupakan suatu usaha untuk menentukan urutan-urutan dari proses dan alat-alat yang digunakan dalam proses produksi).

c. Scheduling ( sutu usaha untuk menentukan kapan produksi akan dimulai dan selesai untuk diserahkan). Dispatching ( merupakan surat perintah yang berisi wewenang untuk melakukan kegiatan produksi).
Analisis jaringan kerja: metode jarul kritis dan PERT
Merupakan teknik yang berkaitan dengan masalah penetapan urutan pekerjaan yang diarahkan untuk meminimumkan waktu penyelesaian suatu pekerjaan atau proyek, agar dicapaibiaya yang rendah. Pengertian teknik ini peru diketehui konsep dasar baik dari anilisis jaringan kerja maupun MJK dan PERT dalam perencanaan dan konsep dasar itu adalah:
1. Jaringan Kerja ( Network)
Merupakan satu rangkaian aktivitas yang bersambung dalam menghasilkan barang atau jasa, yang terarah kepada usaha pencapaian tujuan perusahaan. Aktuvitas adalah kegiatan untuk menyelesaikan suatu bagian dari perkerjaan yang membutuhkan suatu waktu tertentu. Sedangkan kejadian adalah saat mulanya atau berakhirnya aktivitas.
2. Jalur Kritis (Critical Parth)
Merupakan jalur yang terpanjang dalam menyelesaikan satu rangkaian pekerjaan sampai selesai.
Aktifitas semu (Dummy), suatu aktifitas dalam jaringan kerja yang memebutuhkan nol satuan waktu. Keterbatasan-keterbatasan metode jalur kritis (MJK): MJK mendasarkan dari pada asumsi bahwa penyelesaian aktifitas dapat diketahui denga tepat pada setiap waktu, tidak memesukan gagasan analisis stastistik dalam menentukan perkiraan waktu, merupakan model perencanaan static dan bukankah alat control yang dinamik.
Program Evaluation and Review Technique (PERT), untuk mengatasi kelemahan MJK, MJK memasukan metode beberapa hal seperti: teori probalitasi, gagasan analisis stastistik, program evaluation and review technique. PERT menggunakan 3 macam pemikiran waktu yaitu: waktu yang paling optimis, waktu yang paling pesimis, dan waktu normal.

 Pengendalian Persediaan Bahan Baku
Merupakan masalah yang cukup dominant dibidang produksi.persediaan dalam jumlah yang besar menggandung banyak resiko seperti: resiko hilang dan rusa, biaya pemeliharaan dan pengwasan yang tinggi, resiko usang dan uang yang tertanam di persediaan terlau besar.
Jumlah ekonomis dipengaruhi oleh besar-kecilnya jumlah pemesanan dan 4 faktor yaitu: jumlah kebutuhan bahan baku pertahun, biaya pemesanan, biaya penyimpanan dan harga bahan baku. Semakin besar volume persediaan akan membujat semakin kecil biaya pemesanan. makin besar volume persediaan, maka biaya penyimpanan akan semakin besar pula.
Waktu pemesana ditentukan oleh jumlah pemesana yang paling ekonomis dan tenggang waktu penyediaan. Waktu penyediaan adalah tenggang waktu antara pemesanan sampai barang yang dipesan itu tiba di perusahaan.

 Pemeliharaan Pelaratan
Fungsi pemeliharaan perbaikan peralatan sanga memengan peranan. Kerugian yang diderita oleh perusahaan kerena kelalaian yaitu: kerusakan pelaratan, kerugian karena berhentinya kegiatan produksi, karena keterlambatan pengiriman barang kepda konsumen, perusahaan memebayar claim karena penyerahan tidak tepat, menimbulkan keengganan para pelanggan.
Pemeliharaan selama 3tahun cenderung naik karena: kecepatan pengoprasian peralatan, memasang alat konrol otomatis dan alat-alat pembatu lainya dari perkembangan teknologi, peralatan baru yang diusahakan dapat bekerja lebih lama, dan lebih produktif.
Organisasi Pemeliharaan Peralatan
a. Di derentralisir menurut pusat biaya atau depatermen. Keuntungan-keuntungannya: tenaga teknik mengerti betul penggunaan dan karakterlistik alat-alat yang harus mereka pakai, mempermudan pimpinan mengarahkan pegawai untuk kerja cepat selesai, control pemeliharaan dapat ditingkatkan.kelemahannya: fleksibilitas sangat rendah, terdapatnya duplikasi tenaga kerja.
b. Sentralisasi, keuntungannya: tidak dapat duplikasi alat-alat, fleksibilitas yang tinggi. kelemahannya: memerlukan tenaga kerja yang dapat menangani berbagai bidang, memerlukan perencanaan, beban pekerjaan bagi pemeliharaan semakin berat.
Program pemeliharaan peralatan itu meliputi: penyusunan perencanaan, mengatur jadwal waktu, mengatur kartu perintah kerja, mengatur penggunaan suku cadang, mengatur program latiahan, mengatur distribusi waktu.

 Penagwasan Kualitas dan Inspeksi
4 tahap dalam pengawasan kualitas yaitu: penentuan kebijakan, tahap penentuan disain teknik, tahap pembuatan, dan tahap pengunaan dilapangan.
Pengawasan Kualitas di dalam Produksi
Inspeksi merupakan penyusunan cara-cara pengukuran karateristik kualitas dam memperbandingkan denga standard yang telah di tetapkan. Konsep probalitas sanga memegang peran tehadap pengawasan kualitas dengan cara menetapkan perencanaan.
Badan pengawasan ( control Chart)
Penyimpan dalam proses industri di bagi 2 katagori: penyimpanan-penyimpanan yang tidak dapat ditentukan, penyimpanan-penyimpana yang dapat ditentukan.

LOKASI DAN LAYOUT PABRIK

 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penentuan Lokasi Pabrik
Yaitu: dekat denga pasar, dekat dengan bahan baku, ongkos transport, penyediaan tenaga kerja, penyediaan sumber tenaga kerja/energi, lingkungan sekitar, dan iklim.

 Cara penentuan lokasi pabrik
a. Cara Kualitatif
Yaitu cukup mengadakan penilaian kualitatif terhadap faktor-faktor yang dianggap memegang peranan pada setiap alternatif lokasi faktor-faktor yang dinilai meliputi: bahan baku, tenaga kerja, fasilitas tenaga kerja listrik, trasportasi, dan pasar.
b. Cara Kuantitatif
(1) Cara yang sederhana, usaha mengkuantifikasi hasil analisis kualitatif yang telah dilakukan.
(2) Cara yang kompek, menggunakan rumus-rumus metematika dan menggunakan model tertentu yaitu OPERATION RESEARCH.

 Layout Fsilitas Produksi
adalah pengaturan dan penetapan alat-alat, tenaga kerja, dan kegiatan-kegiatan didalam produksi.
Tujuan dari layout pabrik ini adalah: untuk meminimikan biaya pengakutan dan pengaman, untuk mempercepat dan melancarkan arus bahan-bahan, untuk mendapatkan penggunaan ruang yang efesien baik bagi karyawan maupun untuk penyimpanan, untuk melakukan pekerjaan yan efesien dan untuk memudahkan pengawasan pekerja bagi mandor.
1. Precess Layout
Merupakan penyusunan fasilitas produksi dimana mesin-mesin yang mempunyai fungsi sama ditempatkan pada tempat tertentu.
2. Product Layout
Merupakan pengatur mesin-mesin dalam pabrik sesuai dengan arus prises produksinya .
Penggunaan product layout ini akan ekonomis apabila memenuhi syarat-syarat berikut:
a. volume produksi cukup sesuai denga kapasitas penggunaan mesin dan peralatan yang dipasang.
b. Permintaan akan barang yan dihasilan cukup stabil
c. Barang yang dihasilakan terstandardisir
d. Koponen-komponen dapat salin ditulakan
e. Peneyediaan material yang ajeg.